('tuk lelaki bernama nazril irham)
Kutahu kemilaumu silaukan mata segala perempuan sebayaku
Tapi aku tidak
Syair lagu yang kau nyanyikan memabukkan sebagain dari mereka
Dan aku tidak
Saat pentasmu mereka histeris
Sementara aku tidak
Apapun tingkahmu mereka amini
Sayang aku tidak
Di tembok kostku yang 3x3 meter hanya ada satu fotomu,
dan itupun berukuran 3x3 sentimeter
Kasetmu komplit aku punya, tapi tak pernah aku putar
Untuk apa?
Toh dimanapun semua memutar dan menyanyikan lagumu
Tetanggaku hampir tiap pagi-sore dengan volume tinggi
Pengamen di kendaraan umum dengan suara parau
Anak-anak kecil teriakkan syairmu saat berburu laron...
"Ada apaaaa de ngan muuuu!"
Ku kan slalu tersenyum bila tiba pada bait yang itu
Kau bertanya padaku, ada apa dengan ku?
Biar kujawab disini...
Aku menyukaimu tanpa sebab
Aku mencintaimu tanpa cemburu
Aku menyayangimu tanpa mengharap balasmu
Dan itu cukup!
Bila entah sebab apa lantas kita bertemu
Ingin kupastikan padamu, bahwa
Makin tinggi pohon, harus makin ke bumi akarnya
Karena angin semakin diatas, akan makin kencang
D'sain 25 Februari 2005 -Kwintamas & Nadya-