|
|
 |
 |
Tuesday, May 31, 2005
Buat Semua Sahabat PETERPAN yang baek...
blog ini sudah beku...
harus istirahat dulu...
MAAF....ini bukan Blognya PETERPAN ato ARIEL..
tapi seseorang yang ngefans ariel...
semoga kalian mengerti......
-Yang Bikin Blog-
Posted at 02:01 am by Senyawa Senja
Permalink
Monday, April 11, 2005

Group Band Peterpan terbentuk berawal dari pertemuan Uki dan Ariel yang pernah satu kelas di SMPN 14 Bandung. Tadinya mereka nggak saling kenal. Bahkan keduanya nyaris adu jotos. Maklum Ariel sebagai anak baru udah bikin Uki kesel. Soalnya Ariel kalau ke sekolah suka bawa gitar segala. Udah gitu ikut-ikutan bisa menggambar pula sama seperti Uki.Dari sinilah, mereka mulai meengasah kemampuannya dalam bermusik. Bersama gank-nya Uki, Ariel akhirnya jadi teman baik plus patner nge-jamnya. Puncaknya, mereka tergabung dalam band yang menamakan dirinya Papermint. Sayang, band yang diharapkan bisa bicara banyak ini malah kandas di tengah jalan. Keduanya pun sepakat untuk jalan sendiri-sendiri. Cerita berlanjut ketika band kesayangan Andika, Beat Jr (biasa membawakan lagu-lagu The Beatles) dan Stupid Cupid (biasa membawakan musik-musik beraliran Britpop), terpaksa bubar. Andika yang waktu itu cinta mati sama band membentuk sebuah band lagi. Uki yang jago main gitar sejak kenal Ariel dirangkulnya. Karena kekurangan personil Uki ngajak sohibnya di SMP, Arie. Sementara gara-gara dikenalin temen tetangganya Andika, doi pun ngajak gabung Indra dan Ariel. Tahun 1997, band ini pun resmi terbentuk dengan nama Topi. Anggotanya terdiri dari Ariel (vocal/gitar), Andika (vocal/keyboard), Uki (gitar), Indra (bas), dan arie (drum). Tadinya, formasi bakalan solid. Maklum awalnya semua personil rajin untuk latihan. Sayang, gara-gara ada personil yang nggak serius, band ini terpaksa bubar. Semua personil membuat band sendiri-sendiri. Memang dasar jodoh, Andika pun memanggil semua personil kembali.Lagi-lagi sial. Saat hati sudah sreg, Arie cabut karena alasan pribadi. Reza dan Loekman yang pernah main bareng dengan indra dan kakaknya, digandengnya.Karena udah ganti personil baru, maka namanya diganti menjadi Peterpan. Arti nama Peterpan simpel banget, band ini ingin terbang seperti cerita dongeng Peterpan.Saat band udah solid, latihan pun sudah sering. Tinggal niat awal yang belum kesampaian, yakni tampil di kafe-kafe Bandung. Memang sih, band ini sempat manggung di kafe, tapi tidak terlalu sering.Mereka maunya job terus mengalir, minimal menjadi home band salah satu kafe. Soalnya udah kepalang tanggung, mereka sudah banyak mengorbankan sekolahnya.Pada saat itu job manggung mereka cari sendiri. Makanya, mereka berpikir butuh manajer khusus yang bisa mencarikan job. Andika ingat kalau band adiknya punya manajer. Mereka merangkul cowok yang punya nama Budi Soeratman ini. Tawar menawar pun terjadi antara para personil Peterpan dan Budi. Cowok yang akrab dipanggil Abang ini nggak ngerti musik yang dianut anak-anak Peterpan. Mungkin Abang nggak yakin. VIDEO KLIP YANG SUDAH DIBUAT OLEH GROUP BAND PETERPAN
Mimpi Yang Sempurna Sahabat : Disutradarai oleh Tony Tandun
Aku Dan Bintang : Disutradarai oleh Eugine Panji
Topeng : Disutradarai oleh Rizal Mantovani
Yang Terdalam : Disutradarai oleh The Jadugar
Semua Tentang Kita : Disutradarai oleh Dimas Djayadiningrat
Album Mereka yg kedua juga mendapat anugerah .. Judul Album Yg kedua .. Bintang Di Surga ..
sumber : Internet (http://students.ukdw.ac.id/~22043726/pages2.html)
Posted at 03:06 am by Senyawa Senja
Permalink
Wednesday, March 23, 2005
Jawa Pos Surabaya............
(JP, 25/03/05)
Dari band kafe, Peterpan sekarang menjelma menjadi supergrup. Albumnya laris hingga tembus angka dua juta kopi, jadwal manggungnya pun sudah penuh hingga setahun ke depan. Sederet penghargaan berhasil diraih memantapkan keberadaan Ariel (vokal), Uki (gitar), Indra (bass), Andika (keyboard), Lukman (gitar), dan Reza (drum) di indutri musik tanah air.
Tapi ada hal yang harus dibayar atas semua itu. Para personel band asal kota Kembang ini mengaku sekarang tak jauh beda dengan tahanan yang tak punya lagi kebebasan. Ditemui di Surabaya Rabu (23/3) malam lalu, grup yang tengah melakoni konser 10 kota U Mild Peterpan Uphoria ini menceritakan semuanya.
Hampir tiap hari jadwal diisi dengan tur. Lagunya
Ariel: Terus terang saja ya pasti ada rasa bosan. Tapi kita nggak boleh begitu ntar mainnya jadi nggak bagus. Kita mikir aja kalau mereka yang datang benar-benar ingin nonton dan sebelumnya mungkin tidak pernah lihat kita secara live. Makanya kita tetap harus memberikan penampilan terbaik di manapun tampil. Kadang untuk mengatasi kebosanan dibuatlah sedikit improvisasi lagu. Nggak banyak paling satu atau dua lagu saja. Soalnya nggak ada waktu untuk membuat aransemen ulang dan kayaknya penonton lebih suka kalau kita tampil dengan versi asli.
Rasanya bisa seterkenal sekarang?
Ariel: Kita jadi seperti tahanan yang nggak punya kebebasan. Hari-hari diisi dengan tur dari satu kota ke kota lain. Di tiap kota itu pun kita hanya bisa keluar saat konser, jumpa pers atau cek sound saja. Selain itu ya cuman ngabisin waktu di kamar hotel saja. Kalau sampai nekat keluar kamar wah bisa mengacaukan suasana hotel karena penggemar pada nyerbu. Biar nggak bete ya kita pada bawa mainan seperti PS atau gameboy.
Uki: Gaya hidup kami juga berubah. Jadi jauh lebih dewasa. Nggak bisa berbuat seenaknya karena sekarang banyak orang yang merhatiin tingkah kita.
Kalau bisa kembali mengulang waktu apa mau tidak sepopuler sekarang?
Lukman: Mau banget.
Ariel: Ehm gimana ya, sebenarnya kita nih takut juga kalau nggak terkenal lagi. Soalnya kita benar-benar menikmati saat seperti ini. Makanya sekarang kita hati-hati dalam menentukan langkah agar nggak smapai salah ambil keputusan. Kita juga berusaha agar nggak sampai over exposed, karena itu permintaan wawancara begitu dibatasi. Kadang kita itu ingin bisa egois. Mau terkenal tapi nggak mau kebebesan dan privacy hilang. Tapi kita sadar itu nggak mungkin, karena itu sekarang ya nikmatin saja semuanya.
Keseringan manggung nggak takut kualitas jadi turun?
Ariel: Ya ini sebenarnya sebuah kesalahan. Kita nerima jadwal manggung tanpa mikir efek sampingnya. Padatnya jadwal membuat kita nggak punya waktu untuk latihan. Suara saya pun mau nggak mau harus dibuat nyanyi 15 an lagu hampir tiap dua hari. Kalau ada yang lihat suara saya kurang maksimal ya itu akibat semua ini. Saya juga pernah jatuh sakit karena ini. Sekarang kita mau benahin segalanya. Setelah semua kontrak habis, kita akan menata ulang jadwal. Nantinya tur akan diseimbangkan dengan jam pengembangan dalam bermusik dan istirahat.
Dua minggu ditinggal Budi Soeratman sebagai manajer, ada niatan nyari ganti?
Ariel: Tentu saja. Kita sekarang udah repot banget ngurusin manggung eh masih harus ditambah ngatur manajemen. Apalagi si Uki yang kebagian sebagai bendahara. Pusing lah ngurusin semua pemasukan dan pengeluaran. Kalau saya sendiri ditunjuk sebagai juru bicara. Maunya ntar manajemen baru hanya akan mengurusi masalah eksternal seperti kontrak dan jadwal. Kalau internal biar anak-anak Peterpan yang mutusin sendiri.
Rencana terbaru Peterpan?
Ariel: Setelah tur ini selesai kita kembali ke Jakarta. Kita mau bikin klip video lagu Bintang Di Surga dan Di Atas Normal. Kita juga melakukan persiapan promo album ke Malaysia. Kebetulan album Bintang di Surga dirilis di sana oleh label lokal, Surya Records. Penjualannya lumayan bagus. Nggak sampai sebulan sudah laku 16 ribu kopi. Makanya kita diundang untuk bisa menggenjot penjualan lebih banyak lagi. Di sana kita akan mulai dari nol lagi, mulai dengan memperkenalkan siapa sih Peterpan.
Andika: Kita ke Malaysia dua kali. Promo tanggal 7-12 April. Tanggal 23-27 April kita lanjutkan promo lagi. Kunjungan kedua ini juga berkaitan dengan undangan untuk hadir dalam acara Anugerah Insan Musik 2005. Kita jadi salah satu nominator. Nggak terlalu berharap untuk menang tapi minta doanya saja ya. Tahun ini kita juga mau ngeluarin album soundtrack film garapan Rexinema. Judulnya masih belum pasti. Album baru rencananya baru tahun 2006 besok.
Ariel cerita soal istri dong?
Ariel: Lia baik-baik saja. Sekarang kehamilannya udah mau delapan bulan. Tapi sampai sekarang belum mau USG untuk tahu jenis kelamin bayi, soalnya dia mau surprise. Jadi saya nggak tahu mau ngasih nama siapa. Soal baju atau perlengkapan bayi yang lain juga belum disiapin.
*************************************************************
Rejeki ada yang ngatur.....
Jelas kalian beda dengan tahanan....
kalian tertahan untuk mendapatkan penghasilan ...
sedangkan tahanan beneran mereka dihukum & tak dapat uang...
Kalian sudah memilih....harus dijalani yah.....sukses yah....
Jaga kesehatan jangan sampe sakit...
Semoga kalian terus berkarya & melegenda.
(kayak Nirvana, Beatles, G&R dll yang melegenda)
Amiiiiien
Ga seharusnya masalah pribadi dibawa-bawa.
Menurut gw sih biarlah jadi rahasia mereka...
Apa enaknya kehidupan pribadi diusik...
Apa karena ngetop....?????? (mungkin)
Berarti kalo mau ngetop harus siap di korek dong....sebel......
Posted at 02:17 am by Senyawa Senja
Permalink
Monday, March 21, 2005
Saatnya Tengkyu sama yang di Atas......
Allah tlah menjawab semua pertanyaan hamba-Nya....
pertama kali yang keluar dari mulutku saat melihat cam itu adalah "SUBHANALLAH"
(dia hanya manusia biasa sama seperti hamba, tapi hamba ingin sekali mengenal & menjadi temannya) mana mungkin dia bukan levelmu girls....hiks...hikss
Baru kali ini aku mengagumi seseorang laen seperti ini.....
Ga percaya tapi nyata...hamba tak pernah bermimpi atopun kepikiran kalo itu dia beneran...
Mungkin itu berlebihan tapi itulah kenyataan dari hamba yang lemah ini..
Dan mungkin dia menanggapi biasa saja...tapi hamba begitu bersyukur....
Dia "Bagai Bintang di Langit yang hanya bisa kupandangi"
Terima Kasih ya Allah...
AKSARA BERBICARA, TEKNOLOGI MENJADI MEDIA
TERIMA KASIH YA ALLAH....... Saatnya hamba Bersyukur pada-Mu
Posted at 01:47 am by Senyawa Senja
Permalink
Saturday, March 19, 2005
Chatting subuh-subuh......
Pagi-pagi buta gw masih berhadapan dengan monitor, coz kerjaan yang musti harus selesai....huhhh
tiba-tiba ada yang ngetok...."tok...tok" eh ternyata YM gw..."sapa neh pagi-pagi OL"
ehhhh...ternyata......????? ga tau siapa ......???? "binunkan ??...sama kalo gitu....
Mencoba berbicara inilah hasilnya
sapa dia ?? apakah dia orang yang kuimpikan selama ini??? hanya Allah yang tau....
Posted at 10:21 pm by Senyawa Senja
Permalink
karikatur sang Kartunis Andal.....
ini pengorbanan sang penggemar...
minta tolong seorang teman yang Kartunis Andal...
Setelah merajuk padanya selama 3 bulan akhirnya gambar ini dapat terselesaikan disela-sela kesibukan sang Kartunis (Diselesaikan dalam waktu 3 hari berturut-turut usai jam kerja)
lihat adegan merajuknya
sambil menangis....
"Mas, mana mas Peterpannya kok belum jadi..????
mas Imam menjawab "iyah maaf lagi banyak kerjaan", "kalo gitu bilang donk, aku gpp kok..hiks..hiks..." kata si penggemar.
selang berlalu, tiba-tiba mas Imam ad waktu kita kerjakan sampe pagi....hehehe
kemudian tibalah hari pembuatan....
Hari Pertama
"hik...hikk...mas Imam mana gambar mas Peterpannya ?? " kata sang penggemar
mas Imam jawab "iya sabar, habis ngerjain portal yah"
jam menunjukkan pukul 4 pagi....
"Besok lagi yah...??" kata mas Imam, sambil cemberut penggemar bilang "iyah gpp, tapi besok dikerjain beneran yah" kata si penggemar
Hari ke dua
mulai bikin outline garis dengan cat air.......sampe jam 2 saja soalnya sang Kartunis capek banget....
Hari ketiga
akhirnya jadi juga walau belum 100%....hiks...hiks....
Terima kasih mas Imam, "Insya' Allah kerja keras mas akan ada Hasilnya"
Allah punya rahasia laen.
Amien *ada malaikat lewat* Insya' Allah
dikarenakan ada seseorang ato entah siapa mengambil tanpa ijin dan menyebarkan gambar karikatur tidak ditampilkan.
kalo mau liat klik aj http://launch.groups.yahoo.com/group/OneLovePeterpan/ . kalo bukan yang bikin jangan ngaku2 deh lu!!! nama filenya sama plagiat ga kreatif sama sekali...hahahahah. itu urusan lu sama yang di-Atas.
Posted at 12:17 am by Senyawa Senja
Permalink
Friday, March 18, 2005
Lagu mu hmm... sedikit lucu, tapi mewakili isi hati
aku bukanlah orang yang pandai mengumbar perasaan
aku bukan orang kaya, tetapi jika aku mampu pasti akan kulakukan
membeli semua produk yang berhubungan denganmu,
mengikuti semua konsermu, diberbagai kota & negara……
Andai saja aku seorang pemahat, sayangnya aku bukan apa-apa,
Aku seperti pembuat minuman di dalam suatu pertunjukan
Yang tidak tau banyak, tetapi berusaha memberikan yang terbaik
Pemberianku hanyalah satu, hanya sebuah lagu untukmu.
Dan kau bisa katakan pada semua orang, this is ur song.... Mungkin saja...
Itu sungguh sederhana tetapi memang begitulah kenyataannya,
Aku berharap kamu tidak keberatan, sungguh tak berkeberatan.
Karena aku memakai kata itu untuk perumpamaan.
Sungguh aku dapat merasakan indahnya kehidupan saat memandangmu.
Di atap aku menyibak lumut dingin tempatku duduk.
Dengan memilah beberapa sajak yang indah, sungguh membuatku terjebak
Tetapi hangatnya matahari menemaniku saat ku menulis lagu ini,
Lagu ini untuk orang-orang sepertimu, yang membuat ku terasa hidup.
Maaf aku sempat lupa, akan banyak hal
Bahwa semua orang tidaklah ada yang hijau dan ada yang biru
Sungguh yang membuatmu berbeda adalah...
Tatapanmu yang indah dan belum pernah aku temukan sebelumnya.
Dan ku bisa katakan pada semua orang, kau pantas menerimanya..
Mungkin saja...
Sekilas Aksara:
Impian kecil seorang penggemar yang tak tau banyak tentangmu dan keberadaanmu.
Hanya sebuah ungkapan kecil yang bisa kuberikan...
Bagai bermain di Taman Langit yang ingin mengapai Bintang di Surga...
Sungguh indah namun akankah semua ini kau lirik...
Bahkan mengerti seorang yang kecil inipun tidak..
Sungguh Tuhan memberi suatu yang sulit untuk diraih..
Aku bermain di Taman bunga dan memandang Bintang di Surga...
Dunia yang berbeda...
Kehidupan yang berbeda...
Kesibukan yang berbeda...
Entah sampai kapan...ku terus meng elu-elukan mu
Tuhan mempunyai semua rahasia pertanyaan hamba-Nya...
Yang kelak terjawab & terjadi...
Kuasa-Mu yang tak diketahui semua umat manusia
akankah membuatku sadar bahwa dia sama seperti aku juga ... manusia biasa.
Yang diberikan kelebihan lewat jalan yang berbeda.
Kau beri kelebihan pada idolaku:
otak yang encer, kelihaiannya dibidang musik, dengan suara yang merdu, dikenal & dielu-elukan banyak orang.
Sedangkan aku punya kelebihan :
otak yang mungkin sedikit encer, dengan tangan yang mungkin sedikit lihai dalam bidangku.
Itulah perbedaan dari penggemar dan idolanya...
Tapi manusia hanya bisa melihat, merasakan, mendengar, menjalani, berusaha & berdo'a.
SUKSES PETERPAN...
(LAKUKAN APA YANG KALIAN MAU SELAMA ITU BENAR & JANGAN PERNAH LUPA “SEMAKIN TINGGI POHON, SEMAKIN KEBUMI AKARNYA, AKAN SEMAKIN KENCANG ANGIN DIATAS” “ RODA DUNIA BERPUTAR”)
PISS MAN...
Posted at 02:54 am by Senyawa Senja
Permalink
Monday, March 14, 2005
PESONA PETERPAN....dari Kompas 13 Maret 2005
Persona: Peterpan
Di bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Desember lalu, mengalun lagu Peterpan, Ada Apa Denganmu.
Lagu itu terdengar dalam versi nada dering, ringtone telepon seluler. Yang empunya HP itu ternyata seorang pekerja Indonesia yang akan pulang ke Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah. Ada Apa Denganmu juga diputar penjual compact disc (CD) di atas feri yang menyeberangi Gilimanuk-Ketapang yang menghubungkan pula Bali-Jawa. Lagu itu pula yang suka dinyanyikan pengamen bis kota di Jakarta, sampai pengamen cilik di sekitar Bandung Indah Plaza.Di pusat perbelanjaan di Jakarta seperti Pasar Baru, Blok M, atau Mangga Dua Ada Apa Denganmu terdengar dari ujung ke ujung-sebagian terdengar lewat versi CD bajakan. Begitulah Peterpan, sebuah band pop asal Bandung, yang sedang populer dalam pengertian yang sebenarnya-populis, merakyat. Ia menjadi fenomena di belantika musik pop Indonesia saat ini. Album kedua mereka Bintang di Surga terbitan Musica Studio, telah terjual di atas dua juta keping. Ini termasuk angka yang susah diraih dalam kondisi pasar musik Tanah Air saat ini. Angka itu merupakan lompatan besar dibanding album pertama mereka Taman Langit yang sampai saat ini terjual sekitar 800.000 keping. Angka itu juga merupakan lompatan luar biasa mengingat mereka sekitar empat tahun lalu cuma dibayar nasi goreng dan teh botol untuk tampil di kafe-kini bayaran mereka sudah di atas Rp 30 juta sekali pentas. Popularitas mereka benar-benar dirintis dari bawah. Mereka mulai dari band latihan di awal 1990-an, meningkat ke band kafe, dan kini mereka pentas di puluhan kota di negeri ini. Perjalanan Peterpan adalah reality show yang se-real-real-nya.
Juri mereka adalah lebih dua juta telinga publik itu tadi.
Peterpan yang resmi dibentuk pada 1 September 2000 itu beranggotakan vokalis Nazril Irham alias Ariel (23), Andika Naliputra Wirahardja (24) pada keyboards, Ilsyah Ryan Reza (28) pada drum,
Lukman Hakim (28) pada gitar, Hendra Suhendra (27 )pada bas, dan Uki-M Kautsar Hikmat (24) pada gitar.
Peterpan ditemui Kompas di Musica Studio, Jakarta, di tengah jadwal padat tur 20 kota di Sumatera dan Kalimantan.
PERNAH membayangkan akan sukses seperti saat ini?
Ariel: Enggak. Enggak ada bayangan itu. Kita cuma pengen main band. Waktu masih zamannya Topi(band yang mereka bentuk sebelum Peterpan) ya cuma band-band-an saja. Waktu Peterpan sudah lumayan yah, kita pengen-nya main di kafe saja. Aku dulu kan sebagai pemain tambahan. Saat itu, kapan pun mau keluar, sebenarnya bisa. Kami enggak ada rencana dan target yang aneh-aneh selain main di kafe.
Andika: Dulu sih waktu bikin Peterpan enggak ada impian yang muluk-muluk soalnya susah kan masuk rekaman. Jadi targetnya cuma jadi band kafe sambil kuliah.
Apa arti sukses buat Anda?
Andika: Kami belum bisa mengatakan apa-apa karena sukses dalam musik bukan berarti sukses dalam hidup. Kalau buat sekarang, buat saya sukses itu artinya sudah tahu mau ngapain dan sudah dibuka jalannya. Aku merasa belum sukses.
Ariel: Sebagai musisi, sukses itu ukurannya seperti Rolling Stones, The Beatles. Mereka dikenal orang dalam jangka waktu lama. Itu berarti kena di masyarakat.
Kapan jalan mulai terbuka?
Ariel: Waktu itu kami dikasih tahu, "Kalian mau dijadikan video klip!" Aku baru sadar kalau jalan sudah mulai kebuka. Waktu album pertama yang kompilasi itu, kita belum berpikir akan jadi apa-apa. Tapi setelah mau dijadikan klip saya membayangkan kayaknya akan ada sesuatu nih.
Apa hasil yang terlihat?
Ariel: Ada lah. Instrumen-instrumen musik dan peralatan buat homestudio sendiri, bisa buat rekaman di rumah. Dari Mark, berubah jadi laptop. Jadi lebih gampang kalau mau bikin lagu. Aku juga belikan robot-robotan yang rakit-rakitan gitu, aku suka Gundam, aku sekarang jadi koleksi yang bagus-bagus.
Lukman: Dulu (gitar) Fender-nya masih minjam punya Uki. Dia kan punya gitar dua, satunya aku pakai yang Fender Telecaster. Sekarang aku punya dua. Yang Fender harganya Rp 12 juta. Dulu itu yang harganya Rp 1,6 jutaan.
Andika: Buat aku tabung aja, enggak tahu sampai kapan Peterpan kayak gini. Mungkin tahun depan jatuh, siapa tahu.
Sekarang aku udah punya anak jadi harus punya tabungan.Sekarang kalau aku jatuh, anak mau sekolah terus aku enggak punya duit, ya gimana? Dulu aku enggak punya keyboards, dan kalau main harus pinjam adik, sekarang aku jadi punya. Dulu punya satu keyboards Korg sekarang udah ada tambahan dua. Itu inventaris pribadi, band enggak ada inventarisnya.
Investasi untuk instrumen ya?
Lukman: Ya, itu untuk memuaskan penonton.
Andika: Dengan frekuensi panggung padat, sementara kualitas alat gitu-gitu aja nanti orang-orang mikir, band ini enggak ada peningkatan. Dengan beli alat kita harap ya sound-nya dapet gitu.
Ada perubahan gaya hidup?
Lifestyle kayaknya sih enggak berubah. Waktu yang paling banyak berubah. Pakaian dulu pas manggung seadanya banget, enggak sampai hunting pakaian. Apalagi dulu kan ada sponsor, kalau ada ya kita pakai.
Sekarang jadi bermerek?
Uki: Enggak juga. Kuantitasnya saja yang lebih banyak. Kan disesuaikan sama jadwal manggung yang jauh lebih banyak. Dulu kami lebih banyak pinjem-pinjeman.
Masih sempat bergaul?
Lukman: Kita enggak bisa gaul. Itu ruginya kami.
Ariel: Yah, praktis enggak bisa ke mana-mana. Kalaupun ke mana-mana enggak nyaman. Persoalan sih bukan kita yang bikin, tapi masyarakat. Jadi apa yang dulu normal kita lakukan, sekarang enggak lagi. Dulu aku sering ngumpul sama teman-teman SMA. Tapi, sekarang orang-orang pada bilang lain. Sekarang mentang-mentang sudah jadi artis ya sombong ! Seperti itu.
Lukman: Dulu sama tetangga aku suka nongkrong. Sekarang sudah enggak pernah karena begitu pulang aku sudah dalam keadaan capek dan kita juga males.
Anda pegang kartu kredit?
Ariel:Sekarang baru punya ha-ha... Soalnya dulu enggak butuh-butuh banget. Kayak kemaren kami ke Bangkok, enggak sempat tukerin uang, jadi kita ada kartu kredit.
Andika: Enggak.., saya enggak pakai. Kalau butuh-butuh, ya pinjem saja.
Masih ingat pertama kali main?
Lukman: Kami cuma dibayar dengan nasi goreng sama teh botol waktu main di kafenya C-59 di Cihampelas.
Andika: Ceritanya, supaya bisa main di O-Hara, kita perlu ada portofolio. Ya udah, kita bilang sama yang punya kafe, terus boleh manggung sekali. Itu tahun 2000 akhir, pakai nama Peterpan. Di Sapulidi kami dapat Rp 600.000, uang itu dibagi rata karena belum ada kru. KETIKA mengajukan proposal untuk bermain di sebuah kafe di Bandung, Peterpan disyaratkan untuk mampu memainkan sekitar 100 lagu. Mereka padahal baru mampu memainkan kurang dari 20 lagu, tapi mereka mengaku telah mampu memainkan 100 lagu. Dari kafe dan penampilan di depan publik lain, mereka secara tak langsung telah membentuk jati diri, membentuk karakter sebuah kumpulan manusia alias band. Suatu kali telinga Mochamad Noerwana, personel Java Jive yang lebih dikenal sebagai Noey itu, menangkap permainan musik Peterpan. Noey memasukkan Peterpan dalam album kompilasi yang ditawarkannya ke Musica Studio. "Musik mereka membawa warna baru yang agak beda. Mereka lebih fresh, lebih muda untuk anak-anak zaman sekarang yang menyukai musik MTV style seperti Cold Play atau Blue," kata Indrawati Wijaya dari Musica. Personel Peterpan tumbuh ketika belantika musik Tanah Air sudah mengenal MTV. Mereka muncul ketika di luar tradisi pasar yang ikut dibangun "Remaco" dan kawan-kawan. Mereka tumbuh di bawah bayang-bayang Cranberries, REM, Enya, Toto, Creed, Staind, Radio Head, tapi juga Beatles.
BAGAIMANA Anda menyiapkan lagu?
Ariel: Kadang-kadang aku memang lebih suka kalau aku bikin sendiri karena sesuai cara aku nyanyi. Akan tetapi, tergantung situasi. Waktu bikin album kedua aku sudah mentok banget, padahal waktunya pendek. Akhirnya aku bagikan kertas ke teman-teman, "Nih tolong bikinin liriknya!" Lagu Di Atas Normal bikin liriknya sehari, langsung rekaman.
Lirik Peterpan banyak disuka pendengar muda?
Ariel: Kalau itu sebenarnya aku enggak ngerti. Sumpah! Mungkin aku banyak ambil dari kehidupan pribadi. Apa yang pernah aku lihat atau pikirin. Mungkin karena aku manusia normal seperti yang lainnya. Mungkin ceritanya sama dengan yang dialami orang yang dengar.
Bagaimana lagu Ada Apa Denganmu lahir?
Ariel: Itu sebenarnya lagu lama, sebelum album pertama keluar.
Uki: Lagu itu tak dikeluarin di album pertama karena kami merasa lagu itu belum matang, baik lirik atau musiknya. Kalau kita ngerasa ini musik belum siap, ya kami tidak paksain. Kita tunda sampai dapet. Kayak Bintang di Surga itu juga sudah lama banget, tapi musiknya enggak dapat-dapat. Akhirnya kita tunda saja sampai dapat dan enggak harus keluar saat itu.
Daripada keluar tapi hasilnya jelek, mending kita tunda.
Ariel: Bintang di Surga baru selesai 20 persen, Ada Apa Denganmu waktu itu sekitar 60 persen, jadi belum sempat kita rekam.
Waktu itu warnanya belum seperti yang sekarang ini. Lagunya sama (Ariel menyenandungkan lagu tersebut), na..na..nana.... Akan tetapi, reff-nya ada penambahan lagi. Dulu di album pertama kan enggak banyak improvisasi. Banyak yang ditambahin lagi.
Banyak album ketiga atau keempat sebuah band yang tak sesukses album sebelumnya. Peterpan siap gagal?
Ariel: Ketakutan seperti itu sih ada. Misalnya masih bisa bikin lagu enak enggak. Cuma kita syukurnya belakangan datangnya, jadi kita bisa belajar dari band-band sebelum kita. Kami belajar dari mereka, di mana bagusnya atau di mana jeleknya.
Album ketiga bagaimana?
Ariel: Masih bingung antara rencana A atau B. Yang A konsepnya beda total sama album satu dan dua. Kalau yang B mungkin sama, tapi enggak lebih soft. Jadi kalau yang A enggak dipakai, mungkin yang ketiga ini bakal lebih kencang dari album-album yang sebelumnya.
Tapi, bagaimana jika penggemar telanjur menerima Peterpan seperti sekarang?
Ariel: Kita atur transisinya. Misalnya di album pertama ada lagu bertempo pelan Semua Tentang Kita. Kalau yang sekarang, lagu pelannya sudah enggak ada. Paling adanya medium tempo. Selanjutnya, mediumnya dikurangin, yang up tempo-nya ditambah, kayak lagu Topeng. Jadi mudah-mudahan, dengan cara transisi ini, mereka enggak kerasa adanya perubahan. Jadi kita sudah siapin jembatannya kok. Untuk plan A sudah ada empat lagu, rencana B sudah siap dua lagu. Kalau plan A yang jadi, plan B pun kita siapkan jadi album keempat.
INFRASTRUKTUR yang mulai tertata dalam industri musik di negeri ini memungkinkan sebuah band melakukan tur keliling. Peterpan pada awal Maret lalu menggelar konser keliling di 20 kota di Sumatera dan Kalimantan. Sebelumnya mereka bersafari di sembilan kota di Jawa Timur. Dalam rangka promosi, Peterpan pada 18 Juni 2004 lalu menggelar acara "Breaking Record 24 Hours of Peterpan". Ini memang acara sensasional yang menyiksa raga. Mereka secara terusan dalam sehari bermain di enam kota Jakarta, Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang, Surabaya. Di Padang mereka harus main di panggung yang tidak beratap. Saat itu Ariel sudah tidak mampu lagi untuk banyak bergerak di panggung. Berkali-kali ia mengacungkan pengeras suara ke tempat penonton dan meminta mereka menyanyi menggantikan suaranya. Sementara, jari tangan kanan Indra sudah melepuh, membuatnya tersiksa ketika memukul drum.
BAGAIMANA Anda mengelola energi?
Ariel: Ya capek sih. Akan tetapi, kita tahu kewajiban kita. Apa yang harus kita lakuin ya kita lakuin. Awalnya sih kita berpikir, wah ini gila juga. Sekarang ya capek sih, tapi ternyata bisa dijalanin.
Ada kompensasi untuk membayar terkurasnya tenaga itu?
Ariel: Kita belum tahu sih untuk sekarang, tapi kayak breaking record sendiri kan kita tahu orang jadi banyak yang tahu.
Lukman: Kami mendapat banyak pengalaman. Apalagi kalau kita mau jadi band senior. Harus lebih dewasa, kita harus tahu stage to stage. Kami menganggap itu sebagai cara belajar juga.
Anda mendapat energi dari penonton?
Reza: Ya, waktu main saya pernah terkena flu berat. Waktu main saya tetap konsentrasi di ketukan. Itu bagian aku, dan itu enggak bisa kalau dihilangkan. Makanya aku paksain.
Uki: Pas breaking record itu kita kepanasan di jalan, di lapangan. Naik pesawat kondisi berubah dingin. Terus main lagi, panas lagi. Di Surabaya, kami sebenarnya sudah enggak punya tenaga lagi. Cuma, pas sudah naik ke panggung penontonnya banyak dan kasih spirit. Kita sudah main di lima kota dan capek banget. Akan tetapi, lihat mereka terus kita twinggg.... seger lagi lalu...wahhhhh
Bagaimana soal penggemar?
Uki: Tiap kita datang, kita diharapkan datang ke rumah orang berpengaruh seperti bupati dan sebagainya. Kita diundang, padahal kita sudah sangat capek. Orang event organizer, penyelenggara bilang kami harus menemui mereka karena mereka kan orang penting. Misalnya di Pamekasan, Madura, kita harus ketemu sama juragan tembakau. Sampai di Pamekasan hari sudah malam dan kami sangat capek. Kami lapar dan ingin makan di hotel, tapi enggak dikasih. Katanya, kami harus makan di rumah juragan tembakau itu. Di sana sudah tersedia semuanya. Ada juga bupati yang anaknya pengin ketemu kami. Kita pikir, ya ampun anak ini manja banget. Yang jadi tumbalnya kan kami. Kami penginnya enggak membedakan siapa pun. Orang lain juga pengen ketemu. Tapi, kalau kita lagi istirahat ya gak bisa ketemu. Kami kan perlu menjaga fisik juga.
Bukankah itu pertanda Peterpan dikagumi?
Uki: Kita enggak ngerasa seperti orang penting yang harus diundang ke sana ke mari. Kita cuma pemain musik doang.
Lukman: Tapi, awalnya tersanjung juga, lama-lama biasa aja. Karena tiap kota kayak gitu. Kami enggak ngerasa sebagai superstar. Kami merasa biasa saja.
Anda tambah percaya diri?
Lukman: Penonton yang bisa bikin kami tambah percaya diri dan tambah semangat. Itu yang membuat kami merasa seperti enggak ada capeknya. Pas baru mau main kami merasa pusing. Tapi, pas selesai kami malah merasa malah fit.
Di Peterpan sepertinya instrumentalisnya tidak ada yang ingin menonjol banget?
Lukman: Dulu sebelum di Peterpan saya idealis banget. Pokoknya lagu harus ada yang dululutluluttt... (menirukan gitar).
Pokoknya, jarinya jalan-jalan gitu lho. Tapi kayaknya enggak masuk dengan personel yang lain. Setelah belajar lama akhirnya kita jadi bisa nahan emosi.
Uki: Yah, memang kita lebih banyak nahan emosi, kita enggak pengen nonjolin diri kita sebagai individu tapi lebih pada sebuah band.
Yakin akan hidup dari musik dan tidak melanjutkan kuliah?
Ariel: Enggak tahu ha-ha-ha... Aku udah dua tahun enggak pernah ke Unpar lagi. Masih bingung sih. Insya Allah masih terdaftar. Sempat juga usahain, tapi dibentak-bentak. "Kamu mau kuliah atau mau main musik?"
Andika: Aku percaya di musik. Sekarang mikirnya hari tua kita mau ngapain.
Pewawancara: Edna Caroline Pattisina, Frans Sartono
Posted at 04:44 am by Senyawa Senja
Permalink
Saturday, March 05, 2005
Sahabat
Bila "Dia" memenggil mu lebih dahulu,
Mohonlah pada Nya apakah dapat membawa seorang sahabat.
Bila usiamu sampai seratus tahun,
Aku ingin hidup seratus tahun kurang satu hari,
Jadi aku tak akan merasa hidup tanpa mu, disisiku.
Sahabat sejati , akan tetap bersama kita,
Ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita Ayahku selalu berkata,
Bila kamu memiliki banyak sahabat sejati, Maka kau akan memiliki kehidupan yang indah.
Jika seluruh sahabat kumelompat dari suatu jurang, aku tak akan mengikuti mereka,
Aku akan berada di dasar jurang untuk menangkap mereka.
Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu
Aku akan membimbingmu dan kau akan membimbingku, begitu sebaliknya
Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga
Jangan kamu berjalan didepanku, aku tak dapat mengikuti mu.
Jangan kamu berada di belakangku, aku tak bisa Memimpinmu.
Berjalanlah disampingku, jadilah temanku.
Teman akan mendengarkan apa yang kau katakan,
Sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu,
Dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Kita semua memiliki peran yang berbeda dalam hidup ini,
Tapi tak menjadi soal dimana posisi kita, akan memiliki arti sekecil apapun peran itu
Sahabat adalah Tangan Tuhan untuk menjaga kita
Orang asing adalah teman yang menunggu apa yang akan terjadi.
Sahabat sejati seperti penganan dalam mangkuk kehidupan
Posted at 12:12 am by Senyawa Senja
Permalink
Friday, February 25, 2005
Bukan Gadis Posesif "Ada Apa Denganku!"
('tuk lelaki bernama nazril irham)
Kutahu kemilaumu silaukan mata segala perempuan sebayaku
Tapi aku tidak
Syair lagu yang kau nyanyikan memabukkan sebagain dari mereka
Dan aku tidak
Saat pentasmu mereka histeris
Sementara aku tidak
Apapun tingkahmu mereka amini
Sayang aku tidak
Di tembok kostku yang 3x3 meter hanya ada satu fotomu,
dan itupun berukuran 3x3 sentimeter
Kasetmu komplit aku punya, tapi tak pernah aku putar
Untuk apa?
Toh dimanapun semua memutar dan menyanyikan lagumu
Tetanggaku hampir tiap pagi-sore dengan volume tinggi
Pengamen di kendaraan umum dengan suara parau
Anak-anak kecil teriakkan syairmu saat berburu laron...
"Ada apaaaa de ngan muuuu!"
Ku kan slalu tersenyum bila tiba pada bait yang itu
Kau bertanya padaku, ada apa dengan ku?
Biar kujawab disini...
Aku menyukaimu tanpa sebab
Aku mencintaimu tanpa cemburu
Aku menyayangimu tanpa mengharap balasmu
Dan itu cukup!
Bila entah sebab apa lantas kita bertemu
Ingin kupastikan padamu, bahwa
Makin tinggi pohon, harus makin ke bumi akarnya
Karena angin semakin diatas, akan makin kencang
D'sain 25 Februari 2005 -Kwintamas & Nadya-
Posted at 03:28 am by Senyawa Senja
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|