|
LAPORAN UTAMA Ariel, vokalis grup musik Peterpan, mendadak menikah dengan Sarah Amelia, seorang pemuja sang bintang. Dan dari panggung musik Indonesia yang tengah bangkit, orang tak lagi berbicara tentang fans & penggemar yang memburu tanda tangan atau mengoleksi produk rekaman. Orang berbicara tentang groupies, fans yang mengambil jalan nekat: menguntit, meniru, dan bahkan masuk ke dalam kehidupan paling pribadi pujaannya. Groupies sudah sekian tingkat lebih ekstrem ketimbang sekadar menjadi fans. Tren baru ini sudah hadir di tengah kita, walaupun aksi mereka masih sulit dibedakan dengan fans. Anda pasti mengenal Nike Ardilla, penyanyi pop idola remaja yang tewas dalam kecelakaan mobil pada 1995. Sudah sepuluh tahun ia wafat, tapi setiap hari ada saja pemujanya yang berziarah ke makamnya di Desa Imbanegara, 30 kilometer dari Ciamis, Jawa Barat. Nike Ardilla Fans Club menggaji seorang juru kunci khusus untuk menjaga makam penyanyi yang top di awal 1990-an itu. Mang Adung, juru kunci berusia 54 tahun itu, bisa bercerita bahwa kefanatikan fans tak aus oleh waktu. "Ada penggemar yang sampai tidak mau pulang. Seorang calon ibu pernah berdoa mengharapkan anak yang dikandungnya bisa seperti Nike," cerita Adung. Menjadi fans, kata David Allyn, PhD, psikolog, seksolog, dan penulis buku Make Love Not War, "adalah sebentuk komitmen atau kontrak batin terhadap sebuah kesenangan." Dengan komitmen personalnya, seorang penggemar bisa saja meniru habis dandanan Elvis Presley dan mencocok-cocokkan suaranya. Seorang Slanker, sebutan bagi penggemar fanatik kelompok Slank, memilih mengenakan kaus ketat dan menguruskan badan agar mirip dengan Bimbim, penggebuk drum grup itu. Berbagai merchandise diborong. Kaset, CD, VCD, dan DVD dikoleksi. Setiap ucapan dan nasihat dari sang idola selalu diingat dan dituruti. Fenomena fans berkembang. Ada yang memburu pujaan mereka ke mana pun pergi, bahkan menawarkan seks kepada idolanya. Mereka inilah yang di Inggris dan Amerika dikenal sebagai groupies. "Wabah" itu menjalar ke Indonesia. Sejumlah penyanyi dan personel grup band mengaku pernah diajak menikah oleh penggemarnya. Sebutan fans atau groupies tak terlalu penting bagi Adung, juru kunci di makam Nike Ardilla tadi. Yang penting baginya, makam itu harus bersih setiap hari, bunga melati tersedia cukup, dan dia mendapatkan uang sedekah dari fans atau groupies atau apa pun sebutan yang pantas untuk para pemuja itu. (sumber: Headline Koran Tempo, Minggu 13 Februari 2005)
********************************************************************************************
Gila fans emg gila......
(Penggemar Pasif) |
| Leave a Comment: |